badan pegal atau meriang,
perut kembung,
pusing,
mual,
mudah lelah,
merasa kedinginan atau menggigil.
👉 Penyebab medisnya bisa bermacam-macam tergantung gejalanya:
Gangguan pencernaan
Perut kembung karena gas berlebih (dyspepsia, indigestion).
Makan tidak teratur, terlalu banyak makanan berlemak, pedas, atau minuman bersoda.
Masuknya udara dingin / paparan cuaca
Bukan “angin” yang masuk ke tubuh, tapi respon tubuh terhadap perubahan suhu → menyebabkan vasokonstriksi (penyempitan pembuluh darah) dan otot menjadi tegang.
Infeksi virus atau bakteri ringan
Misalnya flu atau common cold. Gejalanya bisa mirip “masuk angin” (demam ringan, meriang, sakit kepala, pegal-pegal).
Gangguan lambung
Seperti gastritis, GERD, atau asam lambung naik, yang sering membuat perut kembung, mual, dada tidak enak.
Kelelahan & stres
Bisa memicu ketegangan otot, sakit kepala, dan rasa meriang.
Jadi, “masuk angin” bukan angin yang benar-benar masuk ke tubuh, melainkan gejala yang biasanya terkait gangguan pencernaan, infeksi ringan, atau efek paparan cuaca.
tabel perbandingan antara istilah “masuk angin” di masyarakat dengan penjelasan medisnya 👇
| Gejala yang sering disebut "Masuk Angin" | Penjelasan medis kemungkinan penyebab |
|---|---|
| Badan meriang / pegal-pegal | Infeksi virus ringan (flu, common cold) atau kelelahan otot |
| Pusing, kepala terasa berat | Tekanan darah rendah/tinggi, kurang tidur, dehidrasi, atau infeksi ringan |
| Perut kembung, sering sendawa | Gas berlebih dalam lambung/usus (dyspepsia, GERD, gastritis) |
| Mual, kadang muntah | Gangguan lambung, asam lambung naik, atau infeksi pencernaan |
| Mudah lelah, tidak enak badan | Kelelahan fisik/mental, kurang gizi, dehidrasi, infeksi ringan |
| Menggigil / kedinginan | Respon tubuh terhadap paparan udara dingin atau tanda demam akibat infeksi |
cara penanganan medis yang tepat
langkah-langkah penanganan medis / praktis sesuai penyebab yang biasanya dianggap “masuk angin”:
1. Gangguan pencernaan (perut kembung, sendawa, mual)
🔹 Penyebab: gas berlebih, makan tidak teratur, gastritis, GERD.
✅ Langkah:
Hindari makanan berlemak, pedas, asam, minuman bersoda/kafein.
Makan porsi kecil tapi sering.
Minum air hangat untuk membantu pencernaan.
Bisa konsumsi obat maag / antasida jika ada riwayat lambung (sesuai anjuran dokter).
Lakukan peregangan ringan atau jalan kaki sebentar setelah makan.
2. Paparan udara dingin / perubahan cuaca
🔹 Penyebab: vasokonstriksi (pembuluh darah menyempit), tubuh merespons dingin.
✅ Langkah:
Gunakan pakaian hangat bila udara dingin.
Minum minuman hangat (jahe, teh, susu hangat).
Istirahat cukup agar daya tahan tubuh tidak drop.
Jika menggigil disertai demam, ukur suhu → bisa jadi tanda infeksi.
3. Infeksi virus ringan (flu, common cold)
🔹 Penyebab: virus pernapasan, ditandai meriang, batuk, pilek, sakit tenggorokan.
✅ Langkah:
Istirahat cukup (tidur 7–9 jam).
Banyak minum cairan (air putih, sup hangat).
Konsumsi vitamin C & makanan bergizi.
Obat simptomatik bila perlu (paracetamol untuk demam/nyeri, dekongestan untuk hidung tersumbat).
Jika gejala > 3 hari tidak membaik atau sesak → periksa ke dokter.
4. Gangguan lambung (gastritis, GERD, asam lambung naik)
🔹 Penyebab: produksi asam lambung berlebih.
✅ Langkah:
Hindari makan terlalu malam atau langsung tiduran setelah makan.
Kurangi kopi, teh, cokelat, makanan pedas/asam.
Tinggikan bantal saat tidur jika sering refluks.
Obat: antasida, H2 blocker, atau PPI (sesuai resep dokter).
5. Kelelahan & stres
🔹 Penyebab: aktivitas berat, kurang istirahat, stres emosional.
✅ Langkah:
Tidur cukup & teratur.
Lakukan relaksasi (napas dalam, meditasi, stretching).
Olahraga ringan secara rutin.
Atur pola kerja & istirahat (hindari begadang).
Minum cukup air untuk mencegah dehidrasi.
Ringkasnya:
Pencernaan → atur makan, obat maag bila perlu.
Dingin/cuaca → hangatkan tubuh, minum hangat.
Infeksi ringan → istirahat, cairan, vitamin, obat simptomatik.
Lambung → hindari pemicu asam, jaga pola makan.
Kelelahan/stres → tidur cukup, relaksasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar