Kamis, 21 Agustus 2025

tidak ada itu 'masuk angin'

Dalam istilah medis, sebenarnya tidak ada penyakit bernama masuk angin. Itu hanyalah istilah dalam budaya Indonesia untuk menggambarkan kumpulan gejala seperti:
  • badan pegal atau meriang,

  • perut kembung,

  • pusing,

  • mual,

  • mudah lelah,

  • merasa kedinginan atau menggigil.

👉 Penyebab medisnya bisa bermacam-macam tergantung gejalanya:

  1. Gangguan pencernaan

    • Perut kembung karena gas berlebih (dyspepsia, indigestion).

    • Makan tidak teratur, terlalu banyak makanan berlemak, pedas, atau minuman bersoda.

  2. Masuknya udara dingin / paparan cuaca

    • Bukan “angin” yang masuk ke tubuh, tapi respon tubuh terhadap perubahan suhu → menyebabkan vasokonstriksi (penyempitan pembuluh darah) dan otot menjadi tegang.

  3. Infeksi virus atau bakteri ringan

    • Misalnya flu atau common cold. Gejalanya bisa mirip “masuk angin” (demam ringan, meriang, sakit kepala, pegal-pegal).

  4. Gangguan lambung

    • Seperti gastritis, GERD, atau asam lambung naik, yang sering membuat perut kembung, mual, dada tidak enak.

  5. Kelelahan & stres

    • Bisa memicu ketegangan otot, sakit kepala, dan rasa meriang.

Jadi, “masuk angin” bukan angin yang benar-benar masuk ke tubuh, melainkan gejala yang biasanya terkait gangguan pencernaan, infeksi ringan, atau efek paparan cuaca.

tabel perbandingan antara istilah “masuk angin” di masyarakat dengan penjelasan medisnya 👇

Gejala yang sering disebut "Masuk Angin"Penjelasan medis kemungkinan penyebab
Badan meriang / pegal-pegalInfeksi virus ringan (flu, common cold) atau kelelahan otot
Pusing, kepala terasa beratTekanan darah rendah/tinggi, kurang tidur, dehidrasi, atau infeksi ringan
Perut kembung, sering sendawaGas berlebih dalam lambung/usus (dyspepsia, GERD, gastritis)
Mual, kadang muntahGangguan lambung, asam lambung naik, atau infeksi pencernaan
Mudah lelah, tidak enak badanKelelahan fisik/mental, kurang gizi, dehidrasi, infeksi ringan
Menggigil / kedinginanRespon tubuh terhadap paparan udara dingin atau tanda demam akibat infeksi

👉 Jadi, “masuk angin” bukan penyakit khusus, melainkan kumpulan gejala dari berbagai kondisi medis seperti gangguan pencernaan, infeksi ringan, atau kelelahan.

cara penanganan medis yang tepat

langkah-langkah penanganan medis / praktis sesuai penyebab yang biasanya dianggap “masuk angin”:


1. Gangguan pencernaan (perut kembung, sendawa, mual)

🔹 Penyebab: gas berlebih, makan tidak teratur, gastritis, GERD.
✅ Langkah:

  • Hindari makanan berlemak, pedas, asam, minuman bersoda/kafein.

  • Makan porsi kecil tapi sering.

  • Minum air hangat untuk membantu pencernaan.

  • Bisa konsumsi obat maag / antasida jika ada riwayat lambung (sesuai anjuran dokter).

  • Lakukan peregangan ringan atau jalan kaki sebentar setelah makan.


2. Paparan udara dingin / perubahan cuaca

🔹 Penyebab: vasokonstriksi (pembuluh darah menyempit), tubuh merespons dingin.
✅ Langkah:

  • Gunakan pakaian hangat bila udara dingin.

  • Minum minuman hangat (jahe, teh, susu hangat).

  • Istirahat cukup agar daya tahan tubuh tidak drop.

  • Jika menggigil disertai demam, ukur suhu → bisa jadi tanda infeksi.


3. Infeksi virus ringan (flu, common cold)

🔹 Penyebab: virus pernapasan, ditandai meriang, batuk, pilek, sakit tenggorokan.
✅ Langkah:

  • Istirahat cukup (tidur 7–9 jam).

  • Banyak minum cairan (air putih, sup hangat).

  • Konsumsi vitamin C & makanan bergizi.

  • Obat simptomatik bila perlu (paracetamol untuk demam/nyeri, dekongestan untuk hidung tersumbat).

  • Jika gejala > 3 hari tidak membaik atau sesak → periksa ke dokter.


4. Gangguan lambung (gastritis, GERD, asam lambung naik)

🔹 Penyebab: produksi asam lambung berlebih.
✅ Langkah:

  • Hindari makan terlalu malam atau langsung tiduran setelah makan.

  • Kurangi kopi, teh, cokelat, makanan pedas/asam.

  • Tinggikan bantal saat tidur jika sering refluks.

  • Obat: antasida, H2 blocker, atau PPI (sesuai resep dokter).


5. Kelelahan & stres

🔹 Penyebab: aktivitas berat, kurang istirahat, stres emosional.
✅ Langkah:

  • Tidur cukup & teratur.

  • Lakukan relaksasi (napas dalam, meditasi, stretching).

  • Olahraga ringan secara rutin.

  • Atur pola kerja & istirahat (hindari begadang).

  • Minum cukup air untuk mencegah dehidrasi.


Ringkasnya:

  • Pencernaan → atur makan, obat maag bila perlu.

  • Dingin/cuaca → hangatkan tubuh, minum hangat.

  • Infeksi ringan → istirahat, cairan, vitamin, obat simptomatik.

  • Lambung → hindari pemicu asam, jaga pola makan.

  • Kelelahan/stres → tidur cukup, relaksasi.



Output image


Tidak ada komentar:

Posting Komentar